|
Jumlah peserta : 2 atau lebih Usia : 6 tahun ke atas Bahan yang di perlukan : tidak ada Ini kegiatan lain yang bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan tanpa persiapan kegiatan ini bisa disesuaikan dengan loksi atau situasi apa pun. Minta anak-anak melihat sekitar mereka dan mencari sebanyak mungkin benda berbentuk lingkaran (kancing, matahari, lubang tali sepatu, bayangan lampu bola, piring, jeruk, bola mata, dan sebagainya). Atau, berikan jumlah tertentu—mintalah dia untuk menemukan enam benda yang bisa dilihat di sekitarnya. Sekarang, mintalah dia untuk melihat sekelilingnya dan mencari sebanyak mungkin benda bebentuk segi-empat (meja, dinding, televisi, gedung, jendela cokelat segi-empat, balok, buku). Anda bisa meneruskan kegiatan ini selama bisa menjaga perhatian anak. Kategori lain yang dicari bisa temasuk:
Benda berbentuk bujur sangkar benda bewarna hitam Benda bebentuk segitiga benda yang begerak Benda berwarna hijau benda hidup Usai Anda melakukan beberapa dari kategori di atas, ajukan hal-hal berikut: · Saat kau mencari benda bebentuk lingkaran, apakah kau memperhatikan benda lain yang berbentuk segi-empat? · Saat kau mencri benda yang berwana hijau, apakah kau melihat benda lain yang berwarna hitam? · Saat kau berkonsentrasi mencari benda hidup, apakah kau menghitung berapa banyak benda mati yang kaulihat? Jawaban dari petanyaan-pertanyaan di atas, bagi kebanyakan orang, adalah “tidak”. Sekarang, diskusikan ide “berkonsentrasi”. Kita cenderung melihat hal-hal yang tengah diperhatikan. Jika kita tengah berkonsentrasi pada bentuk lingkaran, kita akan menemukan lingkaran. Jika kita tengah bekosentasi pada bentuk segitiga, mata dan pikiran kita akan mencari bentuk segitiga. Diskusikan fakta bahwa prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan kita: jika kita berkonsentrasi pada kesulitan-kesulitan, hal negaif dalam idup, kita akan terus melihat hal-hal tersebut. Jika kita bekonsenasi pada kualitas-kualitas baik yang kita miliki, anugerah yang telah kita terima dan hal-hal yang membuat kita bahagia, kita akan memiliki pandangan yang lebih positif tentang kehidupan. Tanyakan bagaimana kita bisa meneapkan prinsip yang sama pada cara kita memandang keluarga dan teman-teman kita. Bisakah kau memandang kebaikan sekaligus keburukan seseorang? Mana yang akan menjadikanmu lebih bahagia? Apa akibat yang kaurasakan jika kau lebih berkonsentrasi pada kebaikan orang lain? Orang seperti apa yang dipilih lain atau orang yang terus-menerus membicarakan kejelekan orang lain? |