|
Jumlah peserta : 2 atau lebih Usia : 4 tahun ke atas Bahan yang diperlukan : kelereng kecil, permen kecil Mulailah dengan memberikan kepada setiap anak sepotong kecil permen, sebaiknya permen yang bertahan beberapa menit sata diisap. Sekarang, minta mereka meletakkan sebutir kelereng kecil ke dalam kedua belah sepatu mereka, lalu pakai kembali. Dengan permen di mulut dan kelreng di dalam sepatu mereka, pergila ke luar rumah bersama mereka dan ajak mereka berjalan-jalan atau meminta mereka berjalan keliling rumah selama beberapa putaran.
Usai berjalan-jalan, mintalah setiap anak untuk menceritakan pengalaman mereka. Apa yang dirasakannya selama berjalan-jalan? Apa yang dipikirakannya? Dalam banyak kasus, kebanyakan anak akan lebih mengeluhkan perasaan tak nyaman yang dirasakan saat berjalan akibat adanya kelereng dan melupakan rasa manis permen yang mereka rasakan di dalam mulut. Tanyakan kepada mereka dalam kehidupan. Apakah terkadang kita lebih memerhatikan kesulitan-kesulitsn dan masalah-masalah yang kita meiliki (kelereng dan kerikil) serta melupakan semua kesenangan yang kita alami (permen manis)? Apa yang lebih sering kita bicarakan sepanjang hari—hal-hal yang mengganggu dan mencemaskan kita atau keindahan hari itu serta kebaikan yang telah dilakukan orang lain kepada diri kita? Apakah kita lebih sering menginginkan hal-hal yang tidak kita miliki atau merasa bersyukur atas hal-hal yang kita miliki? Untuk memperkuat ide ini, Anda bisa menunjukan kepada anak-anak demonstrasi pepatah gelas setengah kosong/setengah penuh. Isilah sebuah gelas bening dengan air, setengahnya saja. Kemudian tanyakan kepada setiap anak apakah menurut dia gelas ini setengah kosong atau setengah penuh. Usai mereka memberikan jawaban, bandingkan hal ini dengan cara manusia memandang dunia di sekitar mereka. Beberapa orang memiliki sikap positif terhadap hidup, selalu mencari hikmah semua kejadiaan serta merasa bersyukur atas semua anugerah yang diterimanya dalam hidup. Mereka termasuk orang-orang yang memandang gelas itu setengah penuh. Beberapa orang lain lebih memiliki sikap negatif, memfokuskan diri pada hal yang tidak mereka miliki dalam kehidupan dan mereka cenderung memandang gelas itu setengah kosong. Tanyakan kepada anak-anak, mana dari kedua tipe ini yang lebih bahagia. Sikap bagaimana yang kaumiliki? Apakah kau orang yang suka mengeluh atau orang yang senang memuji? Bisakah kau mengubah sikap jika kau berniat untuk melakukannya? |