|
Jumlah peserta : 2 atau lebih Usia : 5 tahun ke atas Bahan yang diperlukan : 2 lembar kertas putih; setrika dan papan strika; jus jeruk atau susu; alat untuk menunjukan, seperti tusuk gigi, kuas kecil, jepit rambut, atau penghapus pensil Kegiatan ini sangat mengagumkan bagi anak-anak dan mereka akan ingin menunjukan kepada teman-temannya—kegiatan ini akan meninggalkan kesan mendalam! Agar kegiatan ini bisa efektif, Anda perlu menyaipkan perlengkapan sebelum mendemonstrasikannya di hadapan mereka. Anda akan menuliskan kata tak terlihat di sebuah kertas. Celupkan ujung tusuk gigi ke dalam susu atau jus jeruk dan dengannya perlahan-lahan tuliskan dengan huruf besar kata-kata “Aku bisa” di atas satu kertas dan “Aku tak bisa” di atas kertas lainnya (untuk anak yang lebih kecil, gambarkan saja sebuah wajah gembira di atas sebuah kertas dan gambar sebuahwajah sedih di atas kertas lainnya). Biarkan cairan di atas kertas mengering. Anda tak akan bisa melihat kata itu. nyalakan setrika Anda agar cukup panas saat kegiatan dilakukan. |
|
Read more...
|
|
Jumlah peserta : 2 atau lebih Usia : 4 tahun ke atas Bahan yang diperlukan : kelereng kecil, permen kecil Mulailah dengan memberikan kepada setiap anak sepotong kecil permen, sebaiknya permen yang bertahan beberapa menit sata diisap. Sekarang, minta mereka meletakkan sebutir kelereng kecil ke dalam kedua belah sepatu mereka, lalu pakai kembali. Dengan permen di mulut dan kelreng di dalam sepatu mereka, pergila ke luar rumah bersama mereka dan ajak mereka berjalan-jalan atau meminta mereka berjalan keliling rumah selama beberapa putaran. |
|
Read more...
|
|
Jumlah peserta : 2 aatau lebih Usia : 5 tahun ke atas Bahan yang diperlukan : menagkuk kaca bening berisi air, lempung Bulatkan lempung menjadi empat bola: tiga bola kecil dan satu bola lebih besar (seperti kelereng kecil dan besar). Jatuhkan satu persatu ke dalam mangkuk dan perhatikan keempat bola itu tenggelam. Katakan kepada anak-anak bahwa setiap bola mewakili seorang manusia dan bahwa sebagian besar orang pada saat tertentudalam hidup mereka merasa tak percaya diri, terbebani oleh masalah hidupnya, atau kesepian. Sama seperti bola lempung, mereka akan tenggelam ke dalam kondisi ketidakpercayaan diri yang menyedihkan. Jika bermain dengan anak yang lebih muda, akan lebih baik apabila kita berpura-pura bahwa bola lempung itu adalah seseorang yang memiliki nama serta bicarakan mengapa setiap orang merasa sedih atau tersingkir (“Ini Sandy. Anjing Sandy baru melarikan diri dari rumahnya dan Sandy belum bisa menemukannya…”). Saat Anda menggulingkan tiap bola sebelum menjatuhkannya ke air, sebutkan fakta bahwa jika kita “sibuk” dengan diri kita sendiri, akan sulit bagi kita untuk memandang ke luar dan melihat kebutuhan orang lain.
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 65 - 72 of 226 |